Bogor, 31 Juli 2026 – IPB Training, unit bisnis Bogor Life Science and Technology (BLST), bekerja sama dengan Bank Indonesia dan IPB University menyelenggarakan Capacity Building Tani Berkah Indonesia: Pelatihan Pengelola Smart Farming Greenhouse bagi pengelola pesantren Angkatan 1, 2, dan 3. Kegiatan yang berlangsung pada 20–24 Juli 2026 di Bogor ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi pesantren melalui penerapan pertanian modern berbasis teknologi.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengelola pesantren dalam mengembangkan sistem budidaya berbasis smart farming greenhouse yang produktif, efisien, serta adaptif terhadap perubahan iklim. Melalui kombinasi pembelajaran teori, praktik, dan kunjungan lapang, peserta dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan untuk mengimplementasikan teknologi pertanian modern di lingkungan pesantren masing-masing.
Kepala Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif (LKPE) IPB University, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, M.M., menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas kolaborasi yang telah terjalin serta kepercayaan yang diberikan kepada LKPE IPB University dan IPB Training dalam penyelenggaraan program ini. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mendorong transformasi sektor pertanian sehingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung penerapan pertanian modern.
“Perkembangan teknologi membuka peluang besar di dunia pertanian untuk ikut berkembang pesat. Harapannya, apa yang dipelajari selama pelatihan ini tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diterapkan di lingkungan masing-masing peserta,” ungkapnya.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Suryono. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Bank Indonesia saat ini membina sekitar 1.000 pesantren beserta berbagai unit usaha sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
“Kami memiliki kurang lebih 1.000 pesantren binaan beserta unit usahanya. Harapan kami, peserta yang hadir dapat membawa pulang ilmu baru, kemudian mengimplementasikannya sehingga mampu meningkatkan ekosistem kewirausahaan pesantren menjadi lebih maju dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Selama empat hari pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan smart farming greenhouse, penerapan teknologi dalam budidaya hortikultura, pengendalian lingkungan tumbuh tanaman, sistem irigasi dan pemupukan, manajemen operasional greenhouse, hingga pengembangan keterampilan manajerial untuk mendukung bisnis pertanian modern. Selain sesi kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan dan kunjungan ke fasilitas greenhouse modern sebagai sarana melihat secara langsung penerapan teknologi di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif mewarnai setiap sesi karena para peserta saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pertanian di pesantren masing-masing. Sementara itu, praktik lapangan menjadi salah satu agenda yang paling diminati karena memberikan pengalaman langsung mengenai penerapan teknologi yang dapat diadaptasi sesuai kondisi dan kebutuhan daerah asal peserta.
Pada akhir kegiatan, peserta menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, IPB University, IPB Training, para narasumber, dan seluruh panitia atas penyelenggaraan pelatihan yang dinilai memberikan manfaat nyata. Mereka juga berharap jejaring yang telah terbangun dapat terus berlanjut sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus mendukung keberlanjutan implementasi hasil pelatihan di masing-masing pesantren.
Melalui Capacity Building Tani Berkah Indonesia, IPB Training sebagai bagian dari BLST terus berkomitmen menghadirkan program pengembangan kapasitas yang mendukung pemanfaatan inovasi dan teknologi di sektor pertanian. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya pengelola pesantren yang kompeten dalam menerapkan smart farming, sehingga tercipta ekosistem pesantren yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan serta penguatan ekonomi syariah nasional.












