Bogor, 19 Juni 2026 – PT BPRS Botani Bina Rahmah dan PT Botani Seed Indonesia, sebagai bagian dari BLST Group, menerima kunjungan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam rangka membahas sinergi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui sektor pertanian dan pembiayaan syariah. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Mahoni 1, Kantor BLST, menjadi langkah awal dalam membangun model bisnis yang mengintegrasikan sektor riil dan sektor keuangan syariah secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur PT Botani Seed Indonesia, Ir. Dadang Syamsul Munir, M.M., beserta tim delegasi PT Botani Seed Indonesia, Direktur PT BPRS Botani Bina Rahmah, Dr. Imam Haryanto, S.T., M.M., beserta tim delegasi PT BPRS Botani Bina Rahmah, serta delegasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dipimpin oleh Dr. Bagus Aryo, Ph.D., Deputi Direktur Lembaga Keuangan Mikro Syariah, didampingi oleh Iwan Rudi Saktiawan dan Azumah Putri Amuna selaku Policy Analyst.
Dalam kesempatan tersebut, KNEKS menyampaikan peran strategisnya sebagai lembaga koordinasi nasional yang mengintegrasikan berbagai kebijakan dan program lintas kementerian serta lembaga guna memperkuat dan mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Untuk mendukung implementasi program ekonomi syariah yang produktif dan berkelanjutan, diperlukan sinergi antara sektor riil dan sektor keuangan syariah yang saling terintegrasi.
Sebagai bagian dari BLST Group, PT Botani Seed Indonesia memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengembangan benih, pertanian, serta pemberdayaan agribisnis yang berpotensi menjadi penggerak utama proyek-proyek produktif berbasis ekonomi syariah. Sementara itu, PT BPRS Botani Bina Rahmah berperan dalam mendukung kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha melalui berbagai skema pembiayaan syariah yang sesuai dengan prinsip syariah serta kebutuhan pelaku usaha.
Dalam pertemuan tersebut, KNEKS juga menyampaikan dukungannya untuk membantu membuka akses pemenuhan permodalan, baik melalui instansi pemerintah maupun sumber pendanaan lainnya, guna mendukung pengembangan program yang akan dijalankan. Para pihak sepakat untuk menjajaki pola kerja sama yang dapat memperkuat rantai nilai sektor pertanian dan agribisnis melalui pendampingan dan pengembangan usaha produktif, penyaluran pembiayaan syariah kepada petani, kelompok tani, dan pelaku UMKM agribisnis, penguatan literasi serta inklusi keuangan syariah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui model bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, para pihak membahas pengembangan komoditas jagung dan padi yang dinilai memiliki prospek yang baik dan didukung oleh off taker pemerintah. Beberapa wilayah seperti Bogor Barat, Subang, Indramayu, Purwakarta, Cirebon, dan Sukabumi menjadi alternatif lokasi pilot project, dengan Bogor Barat sebagai prioritas utama. Kick off program direncanakan pada September 2026.
PT Botani Seed Indonesia akan menyiapkan kajian teknis dan perhitungan proyek sebelum penetapan lokasi akhir, sementara PT BPRS Botani Bina Rahmah akan menyiapkan skema pembiayaan khusus untuk mendukung implementasi program. Sinergi antara KNEKS dan BLST Group ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi sektor pertanian nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.



